1500 Klien Pemasyarakatan sedang jalani pembimbingan dan pengawasan oleh Bapas Bengkulu sejak 2025

BENGKULU – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu mencatat sebanyak 1.511 klien pemasyarakatan kategori dewasa menjalani pembimbingan dan pengawasan sepanjang tahun 2025. Data tersebut tercantum dalam laporan resmi Bapas Kelas I Bengkulu Dalam Angka Tahun 2025, yang menggambarkan tingginya peran Bapas dalam mendukung sistem pemasyarakatan dan pelayanan publik di wilayah Provinsi Bengkulu.

Dari total klien dewasa tersebut, 1.466 orang berjenis kelamin laki-laki dan 45 orang perempuan. Seluruh klien berada dalam berbagai skema pembimbingan dan pengawasan, seperti Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat, dan program integrasi lainnya yang bertujuan mendorong reintegrasi sosial secara bertanggung jawab.

Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Yusep Antonius, menjelaskan bahwa jumlah klien dewasa yang besar tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan aparat penegak hukum terhadap peran strategis Bapas. “Pembimbingan klien dewasa menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemasyarakatan berjalan efektif, tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga perubahan perilaku,” ujar Yusep.

Sepanjang tahun 2025, Bapas Kelas I Bengkulu juga mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) kategori dewasa. Dari 1.180 permintaan Litmas, seluruhnya berhasil diselesaikan atau 100 persen tuntas. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya kinerja dan profesionalisme Pembimbing Kemasyarakatan dalam mendukung proses peradilan yang cepat dan akuntabel.

Meski demikian, Bapas Bengkulu tetap menerapkan pengawasan ketat. Tercatat 13 klien dewasa mengalami pencabutan Pembebasan Bersyarat (PB) karena tidak memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan. Menurut Yusep Antonius, hal tersebut menunjukkan bahwa pembimbingan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menekankan aspek kepatuhan dan tanggung jawab hukum.

Dari sisi sumber daya manusia, Bapas Kelas I Bengkulu didukung oleh 47 Pembimbing Kemasyarakatan yang melayani 10 wilayah kerja, terdiri dari 9 kabupaten dan 1 kota madya. Dengan jumlah SDM tersebut, Bapas terus berupaya menjaga kualitas layanan agar tetap optimal meski beban kerja tinggi.

“Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Pembimbingan yang efektif membantu klien dewasa kembali menjalani kehidupan sosial secara tertib dan produktif, sekaligus berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tegas Yusep Antonius.

Ke depan, Bapas Kelas I Bengkulu berkomitmen meningkatkan kualitas pembimbingan berbasis data dan penguatan SDM, sehingga pelayanan pemasyarakatan kepada masyarakat semakin profesional, transparan, dan berkeadilan.(IH)