Republiktimes.com – Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, menyatakan bahwa memasuki periode kedua siklus kerja politik lima tahunan, Partai Gelora terus menunjukkan perkembangan sebagai partai politik yang semakin matang dan berbobot.

Sebagai partai yang relatif baru, Partai Gelora dinilai memiliki prospek politik yang menjanjikan dibandingkan sejumlah partai lain, serta layak menjadi pilihan masyarakat pada Pemilu 2029 mendatang.

“Jika kita membandingkan dengan sejarah pertumbuhan partai-partai politik di Indonesia, patut disyukuri bahwa Partai Gelora sebagai partai baru memiliki bobot yang cukup kuat. Perkembangannya positif dan menjanjikan,” ujar Mahfuz dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfuz saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi DPP dan DPW Partai Gelora yang digelar secara daring pada Sabtu (10/1/2026) sore.

Menurutnya, Partai Gelora yang berdiri pada akhir 2019 memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi partai papan atas di masa depan. Pengalaman pada periode pertama, yakni 2019–2024, akan menjadi bahan evaluasi penting dalam menguatkan kinerja organisasi di periode kedua.

“Seluruh kerja-kerja organisasi di lima tahun ke depan akan kita jadikan tolok ukur keberhasilan,” kata Mahfuz.

Dalam proses pertumbuhannya, Partai Gelora berhasil meraih 73 kursi legislatif di DPRD provinsi, kabupaten, dan kota pada Pemilu 2024. Selain itu, partai ini juga memperoleh posisi di jajaran eksekutif, yakni sebagai Wakil Menteri Luar Negeri serta Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Itulah capaian Partai Gelora pada Pemilu 2024. Prestasi ini bukan semata-mata karena faktor keberuntungan politik, melainkan hasil dari manajemen pertumbuhan yang terencana,” jelas Mahfuz.

Ia menegaskan bahwa seluruh partai politik harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan penyelenggara pemilu, termasuk ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dan ketentuan administratif lainnya.

“Saat ini kami fokus menyiapkan manajemen proses, terutama pada aspek administratif, agar siap berkompetisi secara optimal,” ujarnya.

Untuk menghadapi Pemilu 2029, Partai Gelora juga telah menyiapkan berbagai agenda strategis secara berkelanjutan. Kepengurusan di tingkat DPP dan 38 DPW telah rampung sejak awal 2025. Sementara itu, struktur DPD telah mencapai 80 persen, dan penguatan DPC ditargetkan selesai pada Januari 2026.

Mahfuz optimistis Partai Gelora akan meraih peningkatan suara yang signifikan pada Pemilu 2029, sehingga mampu menempatkan kadernya di DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, hingga DPR RI.

“Kami akan menempatkan saksi di TPS dan PPK. Pengalaman Pemilu 2024 menjadi pelajaran berharga, karena keterbatasan saksi membuat sebagian suara kami diduga hilang. Ke depan, kami pastikan suara Partai Gelora dapat diamankan dan dihimpun secara maksimal,” pungkasnya.