Koordinasi Bapas Bengkulu–Dinas Pertanian Bengkulu Selatan dorong penguatan layanan pemasyarakatan di Manna

Bengkulu Selatan – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan pemasyarakatan kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan yang dilaksanakan pada Selasa (20/1/2026) di Kantor Dinas Pertanian Bengkulu Selatan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Bengkulu, Herman Suryadi, didampingi oleh Jabatan Fungsional Tertentu Pembimbing Kemasyarakatan (JFT PK) pada Pos Bapas Manna. Koordinasi tersebut bertujuan untuk menyampaikan permohonan hibah berupa tanah dan bangunan eks Penyuluh Pertanian yang merupakan aset Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, sebagai alternatif lokasi pendirian gedung Balai Pemasyarakatan Manna.

Herman Suryadi menjelaskan bahwa kebutuhan gedung Bapas di wilayah Manna menjadi sangat mendesak seiring dengan peningkatan peran pemasyarakatan dalam pembimbingan klien. “Keberadaan Bapas yang representatif di Manna akan memudahkan pelayanan kepada klien pemasyarakatan, khususnya anak dan masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum dan sosial,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, tim Bapas juga memaparkan urgensi pendirian Bapas Manna yang sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, terutama dalam rangka persiapan penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru serta penguatan pendekatan keadilan restoratif.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan menyambut baik rencana tersebut. Ia menyampaikan dukungannya terhadap upaya penguatan layanan pemasyarakatan yang berdampak langsung pada masyarakat. “Pada prinsipnya kami mendukung rencana pembangunan Bapas di Kota Manna. Namun, permohonan ini perlu kami laporkan terlebih dahulu kepada pimpinan daerah, dalam hal ini Bapak Bupati, untuk mendapatkan arahan dan persetujuan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pertanian menegaskan pihaknya akan menyampaikan rekomendasi dan pertimbangan resmi kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu melalui tim Bapas setelah memperoleh petunjuk dari pimpinan daerah. Ia juga meminta waktu beberapa hari ke depan untuk menyiapkan surat jawaban secara resmi.

Sementara itu, Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Yusep Antonius, menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor ini merupakan bentuk komitmen Bapas dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang mudah diakses dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. “Kami berharap sinergi dengan pemerintah daerah dapat mempercepat terwujudnya Bapas Manna, sehingga pelayanan pembimbingan dan reintegrasi sosial dapat berjalan lebih optimal,” kata Yusep.

Sebagai tindak lanjut, tim Bapas akan melanjutkan koordinasi dengan tim Pemerintah Daerah, khususnya Bidang Aset dan Bidang Hukum, serta Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu untuk melengkapi proses administrasi hibah sesuai ketentuan yang berlaku.(IH)