Jakarta, Republiktimes.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan siapa pemenang Pilpres 2024. Meskipun masih ada gugatan ke PTUN dari pasangan 03 (Ganjar-Mahfud) atau partai yang mendukungnya, mayoritas partai yang berkompetisi sudah menerima hasil yang diputuskan oleh KPU.

Wacana seputar pembentukan kabinet baru tentu menjadi sorotan utama. Dengan Prabowo Subianto mengambil alih kepemimpinan sebagai Presiden, pertanyaan mengenai siapa yang akan mengisi posisi kunci dalam kabinet, khususnya Menteri Ekonomi dan Keuangan, tentu menjadi topik yang hangat.

Mengingat hubungan Sri Mulyani yang tidak cukup baik dengan Prabowo Subianto, kemungkinan besar ia tidak akan lagi menjadi pilihan Prabowo Subianto. Meski kiprah Sri Mulyani 20 tahun belakangan (Periode SBY dan Jokowi) sebagai Menteri Keuangan cukup baik. Lalu muncul spekulasi, kira-kira siapa yang akan mengisi pos Kementrian Ekonomi dan Keuangan di era Prabowo.

Prediksi Perekonomian Indonesia di 2024

Pada tahun 2024, perekonomian Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah:

Siapa Tim Ekonomi yang Akan Membantu Prabowo?

Prabowo Subianto, sebagai mantan Jenderal TNI dan tokoh politik yang berpengaruh, dikenal akan pandangan ekonominya yang cenderung proteksionis dan nasionalis. Dalam pengisian posisi Menteri Ekonomi dan Keuangan, Prabowo mungkin akan cenderung memilih sosok yang memiliki rekam jejak yang kuat dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi negara dan pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kepentingan dalam negeri.

Beberapa nama yang mungkin muncul dalam spekulasi adalah mereka yang memiliki latar belakang di bidang ekonomi dan keuangan, baik dari kalangan akademisi, birokrat, maupun praktisi bisnis. Potensialnya, Prabowo dapat memilih seseorang yang memiliki pengalaman luas dalam mengelola kebijakan ekonomi, baik di sektor publik maupun swasta.

Selain itu, dalam proses pemilihan Menteri Ekonomi dan Keuangan, Prabowo juga mungkin mempertimbangkan aspek kepentingan politik dan dinamika partai politik pendukungnya. Konsolidasi kekuatan politik dan pemberian posisi strategis dalam kabinet dapat menjadi pertimbangan dalam memilih calon menteri.

Menteri Ekonomi dan Keuangan, Profesional, Birokrat atau Politisi?

Dari unsur birokrat dan profesional ada beberapa nama potensial misalnya: Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), Kartika Wirjoatmodjo (Wakil Menteri BUMN), Mahendra Siregar (Ketua Regulator Keuangan), Royke Tumilaar (Dirut Bank Negara Indonesia), Chatib Basri (Komisaris Bank Mandiri), Perry Warjiyo (Gubernur Bank Indonesia).

Dari kalangan politisi ada beberapa nama kandidat yang cukup kuat di antaranya adalah Drajad Wibowo (Ekonom dari Partai Amanat Nasional), Airlangga Hartarto (Ketua Umum Golkar), Erick Thohir (Menteri BUMN/Ketua PSSI), Sandiaga Salahudin Uno (Menperekraf/Politisi PPP), Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Partai Demokrat), Fahri Hamzah (Partai Gelora).

Namun, spekulasi ini harus diimbangi dengan kenyataan bahwa keputusan akhir terkait pembentukan kabinet adalah hak prerogatif Presiden. Prabowo mungkin memiliki preferensi pribadi atau alasan politik tertentu yang akan memengaruhi pilihannya terhadap tim ekonominya di Pos Kementrian.

Dengan demikian, prediksi tentang siapa yang akan menjadi Menteri Ekonomi dan Keuangan di era Prabowo tetaplah bersifat spekulatif. Harapan dan harapan politik yang diungkapkan oleh berbagai pihak akan segera terjawab ketika Prabowo mengumumkan susunan kabinetnya secara resmi. Kita lihat saja nanti.[]

Edo Segara Gustanto/Dosen FEBI IIQ An Nur Yogyakarta

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *