Republiktimes.com – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Grogol Petamburan tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah wajib pajak memanfaatkan waktu ngabuburit untuk menyelesaikan kewajiban perpajakan melalui kegiatan Ngabuburit Spectaxcular di kantor KPP Pratama Jakarta Grogol Petamburan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas pajak memberikan asistensi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan bagi wajib pajak orang pribadi, sekaligus membantu berbagai layanan administrasi perpajakan seperti permohonan aktivasi akun dan permintaan kode otorisasi yang diperlukan untuk mengakses layanan perpajakan secara daring.
Sebanyak 35 wajib pajak tercatat memanfaatkan layanan yang disediakan dalam kegiatan ini. Pendampingan langsung oleh petugas diharapkan dapat membantu wajib pajak yang masih mengalami kendala dalam proses pelaporan SPT secara elektronik.
Selain layanan perpajakan, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian takjil kepada masyarakat yang hadir menjelang waktu berbuka puasa. Suasana yang santai dan penuh kebersamaan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Direktorat Jenderal Pajak dan masyarakat.
Kepala KPP Pratama Jakarta Grogol Petamburan, Sonny Zulijanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Pajak untuk menghadirkan layanan perpajakan yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Pendampingan langsung diharapkan dapat membantu wajib pajak melaporkan SPT secara benar, lengkap, dan tepat waktu,” ujar Sonny.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah kelurahan setempat. Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Tomang, Akhmad Muzni, mengapresiasi inisiatif KPP Pratama Jakarta Grogol Petamburan yang menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena mereka dapat memperoleh informasi dan pendampingan secara langsung terkait kewajiban perpajakan,” ungkap Muzni.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Tomang, Tera, yang menilai kegiatan ini membantu masyarakat memahami prosedur perpajakan secara lebih jelas dan praktis.
Sebagai bagian dari transformasi digital perpajakan, Direktorat Jenderal Pajak saat ini terus mengembangkan sistem Coretax DJP, yaitu sistem administrasi perpajakan terintegrasi yang dirancang untuk mempermudah berbagai layanan perpajakan secara daring. Melalui sistem ini, wajib pajak dapat mengakses berbagai layanan perpajakan dalam satu platform terpadu, termasuk pelaporan SPT Tahunan orang pribadi, pengelolaan data perpajakan, serta layanan administrasi lainnya.
Secara nasional, Direktorat Jenderal Pajak terus mendorong peningkatan kepatuhan pelaporan SPT Tahunan. Hingga awal Februari 2026, tercatat lebih dari 1,3 juta SPT Tahunan telah disampaikan oleh wajib pajak untuk Tahun Pajak 2025. Pemerintah sendiri menargetkan sekitar 14,5 juta wajib pajak dapat melaporkan SPT Tahunan pada tahun ini.
Melalui kegiatan Ngabuburit Spectaxcular, KPP Pratama Jakarta Grogol Petamburan berharap semakin banyak wajib pajak yang memanfaatkan kemudahan layanan perpajakan yang tersedia dan melaporkan SPT Tahunan secara benar, lengkap, dan tepat waktu sebelum batas waktu pelaporan bagi wajib pajak orang pribadi pada 31 Maret.



