Republiktimes.com – Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PP SEMMI) menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang dinilai berhasil menunjukkan percepatan dan progres nyata dalam penanganan pascabencana di berbagai wilayah terdampak.
Sekretaris Jenderal PP SEMMI, Rizky Abdul Rojak, menilai bahwa kerja Satgas telah mencerminkan kehadiran negara secara konkret dalam menjawab kebutuhan masyarakat pascabencana, baik dari aspek rehabilitasi, rekonstruksi, sosial, maupun ekonomi.
“Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang patut diapresiasi. Percepatan pemulihan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak,” ujar Rizky dalam keterangannya.
Menurutnya, keberhasilan Satgas tidak terlepas dari kuatnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah, BNPB/BPBD, TNI-Polri, serta keterlibatan relawan dan elemen masyarakat sipil. Sinergi tersebut dinilai mampu mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi sekaligus meminimalkan hambatan di lapangan.
PP SEMMI juga menyoroti fokus Satgas dalam pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur dasar seperti akses jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta layanan dasar lainnya sebagai langkah strategis untuk menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat pascabencana.
“Yang terpenting, pendekatan yang dilakukan Satgas menunjukkan keberpihakan pada kebutuhan riil masyarakat. Ini adalah fondasi penting agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan,” tambah Rizky.
Lebih lanjut, PP SEMMI mendorong agar kinerja positif Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dapat terus dijaga dan ditingkatkan, sekaligus dijadikan model penanganan pascabencana di daerah lain di Indonesia.
“PP SEMMI berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera dapat menjadi contoh penanganan bencana yang cepat, terkoordinasi, humanis, dan berorientasi pada masa depan masyarakat.” tutupnya.



